Tugu Jogja: Info Lokasi Wisata, Sejarah, Filosofis Hinga Renovasi 

Bagikan Berita

Tugu Jogja: Info Lokasi Wisata, Sejarah, Filosofis Hinga Renovasi  ~ KotaJogja.co.id (Wisata Jogja). Berbicara masalah Jogja tentu tidak lepas dari Tugu Jogja, Kenapa begitu? Ya karena Tugu Jogja merupakan salah satu ikon utama di kota pelajar ini. Mesti Tugu  Jogja tidak sebesar monas di Jakarta namun ternyata tempat tersebut memiliki nilai simbolis yang kuat yakni memiliki garis magis yang menghubungan Pantai Parangtritis dan Panggung Krapyak di Kabupaten Bantul, Keraton Yogyakarta di Kota Yogyakarta dan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman.

Selain Malioboro dan Candi Prambanan, Tugu Jogja juga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat berlibur ke Jogja. Di lokasi ini menjadi salah satu wisata romantic bagi anak muda untuk mengabadikan moment indah di Jogja. Bahkan Sebagian orang merasa belum ke jogja jika belum foto di Tugu Jogja dan tulisan Jalan Malioboro. 

Baca juga: Tebing Breksi Jogja: Info Tiket Masuk, Fasilitas, Daya Tarik, Hingga Sejarahnya

Info Lokasi Wisata Tugu Jogja

Alamat Tugu Jogja: Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233

Tiket Masuk Wisata tugu Jogja Gratis

Jam Buka: 00.00-24.00 (24 Jam) Buka Setiap Hari

Mengenal Sejarah Tugu Jogja

Wisata Dekat Tugu Jogja
Tugu Jogja (Img: Romain Humbert)

Tugu Yogyakarta atau dalam istilah jawa ditulis ꦡꦸꦒꦸ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ (Tugu Ngayokyakarta) pertama kali dibangun oleh Raja Jogja pertama atau lebih dikenal dengan Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Tugu Jogja juga dikenal dengan sebutan Tugu Golong-Gilig, dan dibangun dalam semangat persatuan rakyat.

Baca juga: Wisata Candi Prambanan: Sejarah, Lokasi, Harga Tiket Masuk

Ternyata penamaan tersebut memiliki makna lo, lalu apa sih arti dari tugu Golong-Giling? Nah penamaan tersebut dikaarenaan pada puncak tugu tersebut berbentuk bulat (golong) dan tiangnya berbentuk silindris (gilig).

Tugu yang menjadi monumen icon Jogja ini memiliki ketingian 25 meter. Meski tidak terlalu tinggi seperti Monas di Jakarta. Tugu Jogja ini dibandun di garis imajiner Yogyakarta yang menghubungan laut selatan, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Gunung Merapi. Pada saat bertapa, konon Sultan Yogyakarta saat itu menggunakan tugu ini sebagai patokan untuk menghadap ke puncak Gunung Merapi.

Baca juga: Pantai Wediombo Jogja: Daya Tarik, Foto, Rute Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Filosofi  dan Simbol dari Tugu Jogja

Wisata tugu Jogja
Tugu Jogja (Img: Fajar Bowo)

Sejarah mencatat, pada saat awal berdirinya, Tugu Golong-Gilig secara tegas menggambarkan semangat Manunggaling Kawula Gusti, yang merupakan semangat persatuan antara rakyat dan penguasa untuk bersama-sama melawan penjajahan. Tugu ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga mencerminkan tekad kuat untuk mempertahankan kebebasan dan martabat.

Baca juga: Warung Kopi Klotok Kaliurang Jogja: Harga Menu, Rute dan Daya Tarik

Golong-Gilig, atau yang sering disebut golong, adalah istilah lokal yang merujuk pada semangat persatuan. Bangunan tugu ini menjadi perwujudan visual dari semangat tersebut. Tiangnya berbentuk gilig atau silinder, sementara puncaknya berbentuk bulat. Komposisi ini tidak hanya menciptakan keindahan arsitektur, tetapi juga mengandung makna mendalam yang terkait dengan nilai-nilai kebersamaan dan perlawanan.

Ketika Tugu Golong-Gilig pertama kali dibangun, desainnya mencerminkan keberanian dan kekokohan rakyat dalam menghadapi penjajahan. Tiangnya berbentuk silinder yang mengerucut ke atas, menandakan kemajuan dan semangat yang terus berkembang. Bagian dasarnya, berupa pagar melingkar, melambangkan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya dan kemerdekaan yang harus dijaga.

Baca juga: Pantai Slili: Harga Tiket Masuk, Rute dan Daya Tarik Wisata

Penting untuk dicatat bahwa keberadaan Tugu Golong-Gilig bukan hanya sebagai elemen dekoratif semata, tetapi juga sebagai patokan arah spiritual. Pada masa itu, Sri Sultan Hamengku Buwono I melakukan meditasi menghadap puncak gunung Merapi, dan Tugu Golong-Gilig menjadi penunjuk arah yang menginspirasi dalam perjalanan rohaniah.

Ketinggian awal bangunan Tugu Golong-Gilig mencapai 25 meter, menciptakan kehadiran yang megah dan mengesankan bagi siapa pun yang melihatnya. Tinggi ini bukan hanya simbol fisik, tetapi juga mencerminkan tingginya semangat perlawanan dan kebebasan yang ditanamkan dalam diri rakyat.

Seiring berjalannya waktu, Tugu Golong-Gilig telah menjadi landmark yang tak terpisahkan dari kota Yogyakarta. Keberadaannya tidak hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga sebagai saksi bisu dari perjuangan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Pergulatan untuk kemerdekaan dan persatuan terus mengalir dalam tiang dan bulatan yang membentuk Tugu Golong-Gilig.

Baca juga: Suraloka Interactive Zoo

Dalam merayakan satu tahun keberadaannya, Tugu Golong-Gilig tetap menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang kebebasan. Semangat persatuan dan perlawanan terus hidup, mewarnai setiap sudut kota dengan makna yang mendalam. Tugu Golong-Gilig bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga sebuah warisan berharga yang mengingatkan kita akan pentingnya bersatu dan berjuang demi keadilan dan kemerdekaan.

Perjalanan Pembangunan dan Renovasi Tugu Jogja

Perbandingan Golong-Gilig Jogja Dulu dan Sekarang
Perbandingan Golong-Gilig Jogja Dulu dan Sekarang (ist)

Sebuah gempa bumi dahsyat mengguncang tanah Jawa, meruntuhkan sebuah monumen yang menjulang megah di tengah kota. Monumen tersebut, yang kala itu belum dikenal sebagai Tugu Jogja, menjadi saksi bisu dari kejadian tragis tersebut.

Baca juga: Info Tarif dan Rute Jalur Trans Jogja Terbaru

Melihat kerusakan yang terjadi, pemerintah kolonial Hindia Belanda mengambil langkah tegas. Pada tahun 1889, dimulailah sebuah babak baru dalam sejarah Tugu Jogja. Pembangunan ulang dilakukan dengan memberikan wajah baru pada monumen tersebut, mengubahnya menjadi bentuk persegi dan menambahkan sentuhan artistik yang memukau.

Transformasi signifikan terjadi pada bagian puncak monumen yang sebelumnya bulat menjadi bentuk kerucut, lengkap dengan sebuah bola kecil yang menjulang di puncaknya. Ketinggian monumen pun mengalami perubahan, menyusut dari 25 meter menjadi 15 meter. Nama Tugu Jogja pun belum melekat pada monumen ini, masyarakat sekitar lebih mengenalnya sebagai De Witte Paal, atau Monumen Putih (Tugu Pal Putih).

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Jogja

Kemudian ke tahun 2012, sebuah capaian monumental berhasil diukir dalam sejarah Tugu Jogja. Proses renovasi yang mendalam telah selesai dilaksanakan. Ornamen-ornamen indah tugu kini berkilau dengan warna kuning yang memukau, diperkaya dengan sentuhan emas 22 karat. Tidak hanya itu, sebuah taman kecil pun turut dibangun mengelilingi tugu, menciptakan lingkungan yang semakin mempesona.

Pembangunan dan renovasi Tugu Jogja tidak sekadar menjadi tindakan fisik, tetapi juga sebuah persembahan kepada sejarah dan warisan budaya. Keuletan dan dedikasi dalam melestarikan peninggalan bersejarah menjadi sorotan utama dari perjalanan panjang Tugu Jogja, sebuah simbol keabadian yang terus bersinar dalam gemerlap waktu.

Terimakasih telah membaca Tebing Breksi Jogja: Info Tiket Masuk, Fasilitas, Daya Tarik, Hingga Sejarahnya semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di KotaJogja.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.

Baca juga: Info Wisata Jogja Hits

Info Wisata Jogja Lainnya:

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *